Kenangan masa lalu bersama seorang Ikhwan yang tak lain adalah saudaraku namun bukan muhrimku.Tepatnya hari senin kalau tak salah tanggal 2 Syawal 1438 H. Kami pergi berkisar 13 orang.
Kenangan yang tak pernah terbayangkan olehku. Ikhwan yang ku anggap sebagai kaka. Ketika di Ciwidey tepatnya di Walini kami refreshing. Hari itu adalah hari lebaran, tentu tempat wisata sangat ramai dikunjungi. Ketika hendak kami pulang, ternyata jalanan sangat ramai dipenuhi kendaraan, salah satunya kami. Kendaraan sama sekali tidak berkutik. Menunggu itu, kami makan siomay. Kebetulan aku makan dan mengobrol dengan saudaraku. Dan saat aku makan, Ikhwan itu mengucapkan apa yang tak pernah aku bayangkan. Ia berkata "Ci, jadi kita bisa M . . . . . . ,dong?" Jujur saat itu aku tak mengerti dengan apa yang diucapkannya. Aku melanjutkan makan siomay, seolah-olah aku tak peduli dengan apa yang ia ucapkan tadi. Namun tak bisa ku pungkiri sepanjang perjalanan pulang, perkataannya tak pernah lepas dari pikiranku. Saat itu, aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan saat itu. Dalam mobil kami para remaja bercanda dan tebak-tebakan.
Seketika aku mengerti perkataannya. Ingin kutanyakan pada dirinya apa maksud perkataannya itu. Namun, tak ada keberanian dalam diriku. Dia menasehatiku, "jangan dulu pacaran ya dek! Sekarang belajar dulu aja yang benar." Selalu ku ingat pesannya saat itu. Hingga akhirnya aku berprinsip "tidak akan berpacaran sebelum lulus sekolah!!" Namun, saat ini prinsip itu ku ganti menjadi "tidak akan berpacaran sebelum kuliah semester . . . . atau bahkan akan menjalankan ta'aruf saja."
Senjapun tiba, kami masih terjebak kemacetan di Ciwidey. Katanya ada bus yang terguling ke jalan sehingga hanya 1 arah jalan yang dipakai untuk jalur kendaraan. Aku, bang Atan, Ka Siti dan Ikhwan itu berinisiatif untuk menunaikan Shalat Maghrib. Usai shalat, kami minum bandrek. Kemudian kami kembali ke mobil, dan tek lama setelah itu salah satu saudaraku datang membawa nasi goreng.
Dan malampun tiba, adzan isya telah berkumandang sejak kami makan tadi. Usai makan, aku mengajak bang Atan, Ka Siti, dan Ikhwan tadi untuk shalat. Namun, hanya Ikhwan itu yang mau shalat isya bersamaku. Jarak dari mobil menuju mushola lumayan agak jauh. Suhu di Ciwidey pada malam itu sangat begitu dingin. Ketika jalan menuju mesjid, ku pegang erat tangannya. Aku sangat sadar saat itu, aku tak kendalikan emosi atau syakhwatku. Aku mengartikan perkataan yang tadi ia ucapkan mungkin ia menyukaiku. Mungkin aku salah mengartikan ucapannya. Biarlah! dalam benakku.
Sekitar jam 22.30, kendaraan mulai bisa bergerak. Dan jam 23.00 keadaan jalan di Ciwidey mulai stabil. Akhirnya kurang lebih jam 00.00 kami tiba di rumah.
Perkataan yang pernah ia ucapkan padaku 3 tahun yang lalu, sampai saat ini masih selalu terpikirkan olehku. Dan akupun masih mempertanyakan apa maksud perkataannya saat itu. Pernah ku tanyakan padanya, namun dengan entengnya dia berkata "mungkin uci salah dengar waktu itu, udahlah ga usah dipikirin lagi." Mulai saat itu aku bertekad untuk melupakan kenangan bersamanya, perkataan yang pernah ia katakan padaku, dan semua tentangnya.
Saat ini, aku bisa berkomunikasi dengannya lewat facebook, bahkan dia sendiri yang menambahkanku sebagai temannya di facebook. Aku masih menantikan penjelasan darinya tentang apa maksud perkataannya saat itu.
Sebenarnya apa maksud perkataannya itu Yaa Robb?? Berilah aku petunjuk darimu.
Jika memang ia jodohku maka dekatkanlah. Dan jika memang dia bukan jodohku maka dekatkanlah aku pada jodoh yang akan engkau berikan padaku. Aamin Yaa Robbal 'Alamin..
Minggu, 29 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar