skip to main | skip to sidebar

Uchie's Diary

Assalamu'alaikum.... sebuah blog yang berisikan puisi-puisi dan cerita pendek tentang kehidupan yang saya jalani maupun kehidupan yang dijalani oleh teman di dekeliling saya... kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan...

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Rabu, 30 Juni 2010

Jalan Hidup yang Tak Bisa Dielak

Diposting oleh Uchie V3an di 18.49
"Berfikirlah sebelum bertindak." itulah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Nadzirul yang biasa dipanggil Irul.
Suatu tindakan yang ia lakukan saat ini.

Irul melakukan suatu tindakan yang dapat menyakitkan dirinya, tapi disisi lain ia ingin membahagiakan orang lain. Ia mengikuti suatu organisasi Rohis, 1 minggu sebelum demo belum ada tanda-tanda persiapan Rohis untuk demo. Irul sendiri tak percaya, mengapa menjadi seperti ini. Irul sadar, ia bukanlah siapa-siapa di organisasi itu. Tapi, ia tak mau melihat Rohis bubar. Ia sendiri tak tau apa yang membuat Rohis seperti itu. Ia ingin membantu agar Rohis bisa demo, meski ia tau ia tak sanggup melakukan itu. Saat ini, ia sedang berusaha melakukan yang terbaik untuk organisasi Rohis. Ia mengajak teman-temannya untuk persiapan demo, meskipun bukan anggota Rohis. Ia mengorbankan waktu, keluarga, dan dirinya sendiri. Bahkan sebenarnya ia tau ia tak boleh terlalu beraktivitas. Karena saat ini ia mengidap penyakit TBC, ia tak boleh kecapean juga kedinginan. Penyakit yang baru saja ia tau, karena ia selalu menganggap batuk adalah penyakit yang selalu ia idap. Hari jum'at (25/06) itulah ia penasaran dengan penyakitnya, akhirnya ia datang ke R.S Immanuel. Hari itulah ia tau bahwa ia mengidap penyakit yang mematikan. Ia ingin melakukan sesuatu terhadap orang-orang sekitarnya. Ia tak ingin menyia-yiakan waktunya, meski ia tak tau kapan ajalnya datang.

Irul sadar banyak kesalahannya dimasa lampau. Ia memang selalu cerita pada teman dekatnya bila ia menyukai akhwat. Tapi temannya tak tau bahwa rasa sukanya itu hanya sebatas rasa kagum. Karena akhwat yang sebenarnya ia cintai hanya 1 dari smp kelas 3 sampai ia sma kelas 2 saat ini. Padahal ia tak pernah bertemu dengan akhwat itu selama 7 bulan. Tapi ia tak tau mengapa bayang-bayang akhwat itu semakin melekat dalam benaknya. Namun, ia belum yakin dengan perasaannya pada akhwat itu. Irul belum yakin bahwa akhwat itu adalah Cinta Pertamanya. Dan saat ini ia hanya bisa bernaung pada Allah swt.

Ia yakin jika akhwat itu jodohnya, Allah akan mempertemukannya. Dan bila bukan akhwat itu jodohnya, ia mengharap akhwat yang bisa bersama-sama membangun keluarganya.
0 komentar

Selasa, 29 Juni 2010

Do'a anakmu

Diposting oleh Uchie V3an di 00.49
Begitu lega saat ini
Ketika ku ungkapkan rasa ini
Sekian tahun ku pendam semua ini
Berbelas-belas tahun kau buatku begini

Namun percuma bilaku terus begini
Ku mengerti saat ini
Telah dapatkan hikmah tersembunyi
Yang membuatku menjadi seperti ini

Saat ini ku mengungkap isi hati
Waktu yang diberikan Illahi Rabbi

Ku berharap saat ini
Ibu yang melahirkanku akan selalu begini
Selalu berada di jalan Illahi Rabbi..

Aamin.. Yaa 4w1 Yaa Robbal 'Alamin..
0 komentar

Senin, 28 Juni 2010

Rasa Cintaku Pada Manusia (Cinta Tak harus Memiliki)

Diposting oleh Uchie V3an di 04.00
Ku menemukan rasa cinta itu, ketika ku berada di bangku smp kelas IX..

Saat itu, benar" ku tak sadar dengan perasaanku padanya. Yang ku lakukan hanya untuknya, agar dia bahagia. Ku mencari semua tentangnya, tentang orang yang ia sukai. Aku pun bingung dengan tindakanku, aku tak tau kenapa aku begini. Hanya 1 keinginanku untuknya, ingin selalu melihatnya bahagia, meski aku tau hati ini berat untuk melepasmu.

Menjelang akhir smp, ku sadar semua yang kurasakan. Ku sadar bahwa dirimu telah membius hatiku. Saat itu pun ku mendapatkan ketenangan, ku merasa dekat dengan Illahi Rabbi. Namun entah mengapa, ku merasa waktu itu datang padaku. Waktu itu berbicara padaku, bahwa kaupun menyukaiku. Namun, ketika ku tak pernah berjumpa denganmu. Ku tanyakan padamu bagaimana perasaanmu padaku. Dan dirimu tak memiliki rasa suka padaku.
Benar apa yang dirimu ucapkan padaku.
"Memang sakit kalau orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Dan apakah kita hanya itu yang harus kita pikirkan."
Sebuah kiasan yang simple, tapi bermakna bagiku..

Dia membuatku sadar tentang kehidupan yang kujalani ini. Allah menunjukkan jalan padaku melaluinya. Aku mengerti akan Cinta, Kasih Sayang, dan Persahabatan. Cinta pada Allah, orangtua, dan manusia.

Perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya, baru kutemukan saat ku mengenalnya. Banyak perubahan dalam pola pikirku karnanya. Mungkin bila ia tak ku kenal, aku tak bisa membuat keluargaku seperti ini. Keadaan keluarga yang kuharapkan, akhirnya terwujud. Terimakasih Yaa Rabbi.. Kau selalu memberikan apa yang hamba-Mu butuhkan.

Wajah Ibuku mengingatkanku pada ikhwan yang ku suka dulu sampai saat ini. 1 tahun ku tak pernah melihat wajahnya, hanya melalui pesan singkat ku berkomunikasi itupun jarang. Dan itupun kalau ku ada keperluan padanya. Ku sangat berharap padanya dulu, namun hanya akan membuatku jatuh. Saat ini, tak ada 1pun ikhwan yang mampu mengisi ruang hatiku. Tak ingin ku berharap lagi akan cintanya, aku tak ingin jatuh pada lubang yang sama.
Dan aku hanya akan berharap pada Allah swt.

Sampai saat ini, aku tak tau siapa orang ia sukai saat itu yang merupakan 'cinta pertamanya'. Dan akupun tak tau apakah dia cinta pertamaku, atau hanya cinta yang lewat. Aku belum yakin dengan perasaan cintaku padanya. Saat ini aku hanya bisa berdo'a, dan selalu meminta petunjuk akan cintaku padanya kepada Sang Maha Kuasa.

Aku mendapat kesimpulan :
"Cinta tidak harus memiliki, tapi bila kita benar-benar mencintai seseorang lebih baik kita membuatnya bahagia bersama orang yang dipilihnya. Jodoh sudah ditentukan oleh Allah swt."
Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah swt. Dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah swt.
0 komentar

Jumat, 25 Juni 2010

Nyanyian Hati

Diposting oleh Uchie V3an di 00.25
Menikmati sejuk hari
Di iringi nyanyian diri
Yang sedang duduk sendiri
Di bawah tetesan air hati

Tak pernah menjadi seperti ini
Kejadian yang membuat begini
Membuat bahagia menjadi sedih
Merubah sedih menjadi merintih

Beribu tetes air mata menghampiri
Tak mampu membuatnya kembali
Hanya bisa berdiam diri
Melihat keadaan ini
Sampai akhir hayat nanti

Tak pernah sesali semua ini
Karena ada hikmah tersembunyi
Hikmah itu pasti ditemui
Dengan indahnya berada dalam naungan Illahi Rabbi. . .
0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2010 (9)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juni (4)
      • Jalan Hidup yang Tak Bisa Dielak
      • Do'a anakmu
      • Rasa Cintaku Pada Manusia (Cinta Tak harus Memiliki)
      • Nyanyian Hati
    • ►  Mei (3)

Followers

Pages

  • Beranda

Followers

Archives

  • ▼  2010 (9)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juni (4)
      • Jalan Hidup yang Tak Bisa Dielak
      • Do'a anakmu
      • Rasa Cintaku Pada Manusia (Cinta Tak harus Memiliki)
      • Nyanyian Hati
    • ►  Mei (3)

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com